Phtthalate dan Bisphenol A (BPA)
Berbagi Cerita Para Peneliti di Amerika didesak untuk memeriksa kemungkinan buruk lainnya yang ditimbulkan oleh senyawa yang digunakan dalam material plastik.
Dewan Riset Nasional Amerika menyatakan bahwa mereka memiliki bukti yang menguatkan temuan Enviromental Protection Agency (EPA) terkait efek yang ditimbulkan oleh senyawa dalam materi plastik yang dikenal dengan nama phthalates.
Phthalates merupakan bahan kimia yang dapat membuat plastik menjadi lembut dan fleksibel dan telah digunakan selama bertahun-tahun dalam produksi plastik. Senyawa ini tergolong berbeda dibanding bahan kimia lain seperti Bisphenol A (BPA) yang ada di plastik. BPA sendiri telah dinyatakan aman oleh Badan Obat dan Makanan Amerika jika digunakan dalam kadar tertentun namun mereka berjanji untuk meneliti senyawa ini lebih lanjut.
Dilansir melalui Reuters, studi yang telah dilakukan mendapati, phthalates mampu mempengaruhi perkembangan sistem reproduksi pria. Bahkan kadar phthalates tertentu mampu mengurangi tingkat hormon testosterone pria. Dan yang lebih buruk, phthalates mampu menimbulkan penyakit kanker.
Phthalates telah digunakan di perangkat mainan anak, kosmetik, produk personal-care, kemasan makanan, farmasi dan perangkat medis lainnya, serta produk pembersih rumah dan bangunan. Bahkan, phthalates juga sudah digunakan di produk-produk mainan bayi.
Beberapa Tahun Yang lalu Presiden President Amerika Serikat telah menandatangani peraturan yang melarang tiga jenis phthalates dalam mainan anak. Sedangkan tiga jenis phthalates lainnya masih dalam tahap penelitian. Hal yang sama pun telah dilakukan Eropa sejak lama. Enam jenis phthalates telah berhasil dilarang masuk ke Eropa sejak hampir 10 tahun lalu.
Bahkan, retailer seperti Wal-Mart dan Toys R Us pun berencana menyortir mainan-mainan yang akan mereka jual untuk menghindari produk ber-phthalates.
Mari hindari Produk yang mengandung zat Berbahaya ini
Salam
Berbagi Cerita Para Peneliti di Amerika didesak untuk memeriksa kemungkinan buruk lainnya yang ditimbulkan oleh senyawa yang digunakan dalam material plastik.
Dewan Riset Nasional Amerika menyatakan bahwa mereka memiliki bukti yang menguatkan temuan Enviromental Protection Agency (EPA) terkait efek yang ditimbulkan oleh senyawa dalam materi plastik yang dikenal dengan nama phthalates.
Phthalates merupakan bahan kimia yang dapat membuat plastik menjadi lembut dan fleksibel dan telah digunakan selama bertahun-tahun dalam produksi plastik. Senyawa ini tergolong berbeda dibanding bahan kimia lain seperti Bisphenol A (BPA) yang ada di plastik. BPA sendiri telah dinyatakan aman oleh Badan Obat dan Makanan Amerika jika digunakan dalam kadar tertentun namun mereka berjanji untuk meneliti senyawa ini lebih lanjut.
Dilansir melalui Reuters, studi yang telah dilakukan mendapati, phthalates mampu mempengaruhi perkembangan sistem reproduksi pria. Bahkan kadar phthalates tertentu mampu mengurangi tingkat hormon testosterone pria. Dan yang lebih buruk, phthalates mampu menimbulkan penyakit kanker.
Phthalates telah digunakan di perangkat mainan anak, kosmetik, produk personal-care, kemasan makanan, farmasi dan perangkat medis lainnya, serta produk pembersih rumah dan bangunan. Bahkan, phthalates juga sudah digunakan di produk-produk mainan bayi.
Beberapa Tahun Yang lalu Presiden President Amerika Serikat telah menandatangani peraturan yang melarang tiga jenis phthalates dalam mainan anak. Sedangkan tiga jenis phthalates lainnya masih dalam tahap penelitian. Hal yang sama pun telah dilakukan Eropa sejak lama. Enam jenis phthalates telah berhasil dilarang masuk ke Eropa sejak hampir 10 tahun lalu.
Bahkan, retailer seperti Wal-Mart dan Toys R Us pun berencana menyortir mainan-mainan yang akan mereka jual untuk menghindari produk ber-phthalates.
Mari hindari Produk yang mengandung zat Berbahaya ini
Salam

0 komentar:
Posting Komentar